Rabu, 20 Mei 2009

Informasi Arisan keluarga

Assalamualaikum Wr.Wb.

Kepada seluruh anggota arisan keluarga besar H. Abdulloh yang ada di Bekasi, Kembangan, Ciledug, Sibolga, saya memohon maaf undangan arisan di rumah saya yang selayaknya pada :

Hari / Tanggal : Mingggu, 21 Juni 2009
Acara : Arisan, pengajian keluarga
Jam/Pukul : Ba,da Djuhur Jam 13.00 s,d selesai
Tempat : Rumah H. Abdul Rakhman, Kembangan Utara, Jakrta Barat

untuk sementara di undur sampai pemberitahuan lebih lanjut karena pada tanggal tersebut berbentrokan dengan acara yang lain. dan saya mohon maaf sebesar-besarnya..

Jakarta, 06 Juni 2009
Wassalam



H. Abdul Rakhman dan Keluarga

Sabtu, 09 Mei 2009

Ibu

Ibu...
diri ini terasa belum sempat membahagiakanmu
diri ini belum sempat bersujud memohon ampun kepadamu
diri ini terasa kosong tanpa kehadiranmu

Ibuku sayang...
kini engkau tidur penuh keabadian
husnul khotimah insaallah telah engkau dapatkan
doa, zikr setiap saat kupanjatkan untukmu ibu.....

Ibu...., kakak tercinta Kartini dan H. Ahmad telah menyusulmu ibu..
engkau insaallah tentu sudah tahu itu.
ma aji mimah,kong aji amat, kong H. Asmar, encang H. lembek, Ma aji amoy..
juga sudah mendahuluimu, engkaupun sudah tahu.

Ibu...
Ayahanda..suamimu H. Abdulloh
sedang terbaring lemah di rumah sakit, tempat dahulu engkau di rawat
Ibu, doakan kesembuhannya..agar kami anakmu, cucumu dan anak mantu tercinta
masih mempunyai kesempatan untuk membahagiakannya.Doa kan agar kami dapat merawatnya
dan diberikan kesabaran oleh Alloh SWT

Ibuku sayang....
tiada kata lagi yang dapat kuucapkan, semakin kata-kata ini kutulis
semakin deras air mata ini mengalir...ibu maafkan aku.

Kamis, 07 Mei 2009

Ucapan terima kasih....

Anak cucu dan mantu ayahanda H. Abdulloh mari kita sama-sama berdoa kepada Allah SWT dengan segenap hati, dengan penuh kesungguhan dan hati ikhlas .Kita tengngadahkan ke-
dua tangan kita minta kepada Allah SWT, agar Orang tua kita, ayahanda dan engkong ki-
ta yang tercinta H. Abdulloh yang sejak Hari Jum,at tanggal 1 Mei 2009 hingga sekarang tanggal 8 Mei 2009 masih terbaring tidak berdaya di Rumah Sakit Siloam Graha Medika diangkat penyakitnya dan diberikan kesembuhan seperti sedia kala.

Saudara-saudaraku, dan segenap cucu-cucu tercinta Babaji H. Abdulloh mari kita sama-
sama memberi perhatian dengan seikhlas-ikhlasnya karena Alloh dan rasa cinta kita ke-
pada orang tua kita, kakek tercinta dengan segenap tenaga, bantuan moril maupun materiil sangat babaji harapkan, kalau bukan kita memberi perhatian penuh siapa lagi ?
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga saudara
H. Abdul Rokhman, keluarga saudara H. Abdul Rokhmat MM, Keluarga Muhammad Yusuf, Keluarga Muhammad Ishaq Zainul Mustaqim dan keluarga yang lain yang telah memberikan
bantuan materiilnya yang memang sangat kita harapkan. Dan kita sama - sama berdoa ke-
pada Allah SWT mudah-mudahan cepat disembuhkan penyakit orang tua kita dan kepada saudara-saudara ku tercinta yang telah memberikan bantuan meteriilnya, mudah-mudahan
Allah SWT semakin menambahkan rezekinya amiiin ya robbal alamin.Dan kami sangat meng-
harapkan terus bantuan keuangannya.

Jumat, 24 April 2009

Tabib dan Sinshe

Sepasang sahabat asal Cina dan Arab lagi kebingungan karena usaha mereka bangkrut. Setelah memutar keras otak, keduanya sepakat untuk membuka pelayanan kesehatan. Teman asal Cina menjadi Sinshe, sementara si Arab menjadi Tabib.

Setelah satu minggu praktek, sang Tabib sepi pasien, namun si Sinshe justru kebanjiran pasien. Si Tabib pun memutar otak untuk melawan kesuksesan Sinshe.

Sang Tabib akhirnya mengeluarkan jurus dengan memasang pengumuman di depan ruang prakteknya, "Jika Tidak Sembuh Uang Kembali Tiga Kali Lipat"

Taktik itu pun manjur, pasien lalu berdatangan ke Tabib. Termasuk Sinshe yang sewot pun lalu mencari akal. "Haiyaaa, lumayan kalau owe pura-pura sakit dan tidak sembuh dapat uang lha kembali tiga kali lipat.

"Tolong owe. Owe punya sakit mati rasa. Owe tidak bisa lagi rasain rasa setiap makanan yang owe telan," ungkap Sinshe.

"Ana fikir itu gampang ana sembuhkan," ungkap si Tabib sambil meminta asistennya untuk mengambilkan obat nomor 14.

Secepat mungikin si asisten yang bernama Hasan membawa obat nomor 14 dan oleh si tabib di berikan kepada si Sinshe. Dan si Sinshe langsung menguyah sebelum menelan obat nomor 14 tersebut.

Si Sinshe: "Haiyaaa, ini bukan obat lho, tapi ini tai ayam."

Si Tabib: "Ente betul. Itu tai ayam. Berarti ente sudah sembuh dan tidak mati rasa lagi."

Si Sinshe pulang dengan kesal karena kalah akal. Lalu ia kembali memutar otak berpikir mencari akal untuk mengalahkan tabib dan sekaligus dapat uang dari tabib. Maka saat itu sinse kembali pura-pura sakit lupa yang sangat kronis.

Si Sinshe: "Haiyaaaa Tabib, owe sakit lupa parah sekali. Owe lupa semua peristiwa dan memori owe. Haiyaaa, tolong owe."

Si Tabib: "Gamfang. Ana fasti tolong ente dan ente fasti sembuh. Obat ana mujarab sekali"

Lalu seperti biasa Sinse memanggil Hasan sang asisten untuk mengambilkan obat nomor 14.

Si Sinshe: "Haiyaaaa, owe tidak mau lagi makan tai ayam. Haiyaaaaa... Owe tidak mau."

Si Tabib: "Alhamdulillah, berarti ente sudah sembuh. Daya ingat ente ternyata sudah kembali."

Otong Ikut

Otong Ikut

Ada keluarga muda, baru punya anak satu umurnya 5 tahun, anaknya bernama si Otong. Mereka tinggal di perumahan type 21. Karena rumah type 21 hanya ada 1 kamar tidur, praktis mereka bapak, ibu, dan anak tidur dalam satu kamar dan satu tempat tidur.

Sebenarnya tidak ada masalah, hanya setiap kali bapak sama ibu mau "bobo" mesti kucing-kucingan, nungguin si Otong tidur dulu. Untuk memastikan bahwa si Otong udah tidur apa belum mereka mengetest dengan cara memanggil si Otong, kalau Otong menyahut berarti belum tidur, kalau Otong diam berarti udah tidur,berarti aman.

Suatu malam seperti biasa mereka lagi mood untuk begituan, terlihat si Otong sudah terlelap.

Maka sang bapak mencoba ngetes memanggil.

" Otooong ?!!! ", si bapak memanggil.

" Ya, pak ? ", jawab si Otong. Wah , ternyata Otong belum tidur. Mereka terpaksa menunggu.

Setengah jam kemudian , gantian si Ibu mencoba ngetes lagi.

" Otooong ?!!! "

" Yaa, buuu ? " jawab si Otong.

Gila, belum tidur juga !, gerutu si bapak dalam hati.Kesel. Terpaksa mereka menunggu lagi. Setengah jam ditest lagi, ternyata si Otong masih belum tidur juga.

Berkali-kali begitu terus.

Akhirnya si bapak-ibu kehabisan kesabaran, Otong betul-betul dibangunin dan dimarahin habis-habisan. Otong menangis dan bingung soalnya kan nggak tahu masalahnya apa.

Paginya di sekolah Otong mengadu bahwa semalaman dimarahin habis-habisan sama orang tuanya.

Si Ibu guru bertanya kejadiannya, si Otong kemudian menjelaskan .

Si Ibu guru rupanya menangkap permasalahnya apa, maka kemudian dia menasehati si Otong,

" Otong, kalau sudah malam di atas jam 10.00 Otong harus tidur, dan kalau orang tua memanggil Otong, tidak usah menyahut, pura-pura saja nggak mendengar " begitu ibu guru menasehati Otong.

Malamnya Otong mengikuti nasehat si ibu guru. Beberapa kali Otong dipanggil nggak menyahut, padahal Otong sebenarnya mendengar karena memang belum tidur. Tapi daripada dimarahi lagi, maka diam saja. Bapak-ibu sepakat bahwa si Otong sudah tidur. Mereka juga sepakat mau memulai permainannya. Terus mereka mematikan lampu. Otong sebenarnya ketakutan dalam gelap, tapi dia juga ketakutan dimarahi maka diam saja. Permainan makin berjalan seru . Heboh . Menggairahkan. Sampai Otong juga keheranan, tapi dia tetap diam saja.

Sampai akhirnya mereka rupanya sudah mau mencapai puncak.

Si bapak tiba-tiba berkata sama si Ibu, " Aduuuh, buu.... aku mau keluar !!!"

Si Ibu rupanya nggak mau kalah juga " Paaak, aaaku juga mau keluaaarrrrr "

Si Otong jadi sangat ketakutan, dia tak bisa menahan diri lagi, Otong

langsung teriak ketakutan, " OTONG IKUTTTTTTT !!!! "

Sabtu, 18 April 2009